Menara Pandang Wayu, Mirip “Bagaikan Teropong di Switzerland dan Berlin”

Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah menggelar launching menara pandang di lokasi wisata paralayang Desa Wayu Kecamatan Marawola Barat, Sabtu (7/3/2020)

Kadis Pariwisata Kabupaten Sigi mengatakan bahwa di Kegiatan hari ini merupakan kegiatan launcing menara pandang, yang sekaligus juga meresmikan beberapa tempat yang dibangun melalui DAK tahun 2019 dilokasi yang sama yaitu pusat informasi pariwisata, kios cenderamata, dan tempat penjualan kuliner

Tuhan sudah anugrahkan tempat yang begitu indah buat kita di Kecamatan Marawola Barat

“Hal ini sesuai dengan petunjuk dan arahan Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata, dimana dana DAK difokuskan di dua titik yakni destinasi wisata Bora dan Wayu, sehingga mulai dari tahun 2018 lalu sampai tahun 2019 kita bangun beberapa sarana tersebut dan sampai dengan tahun 2020 ini sesuai petunjuk Bupati akan mengarap destinas yang ada di Danau Lindu

Menurutnya Menara pandang ini dibangun terinspirasi karena Kabupaten Sigi adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang tidak memiliki laut, sehingga kami menjual view wisata alam dari pengunungan Marawola Barat khususnya di Wayu.

“Dan teropong ini adalah salah satu tropong yang ternyata hampir mirip dengan yang ada Switzerland dan Berlin,” ungkapnya

Menara pandang tersebut bisa melihat beberapa mil kedepan, dan ternyata dari tropong ini kita bisa lihat begitu jelas orang yang turun dari pesawat yang ada di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu

“Ini juga kita sudah perdakan, dimana sekali masuk memakai koin dibayar sebesar Rp 10.000 selama lima menit, katanya

Masih banyak sekali yang perlu kita kembangkan dilokasi ini, dimana tuhan sudah anugrahkan tempat yang begitu indah buat kita di Kecamatan Marawola Barat, dan kita ingin memanfaatkan, mengembangkan dan kami perlu kerjasama dengan semua stekhoder yang terkait, pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, masyarakat dan media masa

Sementara, Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata menggambarkan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang di dorong untuk mengembangkan ekonomi masyarakat setelah sektor pertanian yang juga merupakan kekuatan utama di Kabupaten Sigi.

Menurutnya Pariwisata yang di dorong saat ini terfokus pada 3 lokasi yaitu di Desa Wayu, Lindu, dan Bora. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, diharapkan sektor pariwisata dapat mendongkrak pendapatan Daerah dan ekonomi masyarakat setempat.

“Olehnya saya berharap kepada seluruh pihak terkait mulai dari Dinas Pariwisata, Camat, Kades hingga Masyarakat Desa Wayu dapat bersama-sama mengembangkan sektor wisata paralayang ini dan bersama menjaga wisata ini untuk dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya

Selain itu kata Bupati, juga terus mengupayakan membuka daerah-daerah yang masih terisolir untuk membuka ruang-ruang ekonomi baru kepada masyarakat

Dalam acara ini pula turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Marawola Barat dan Para Kepala Desa di Kecamatan Marawola Barat.

Read More

Bendungan Sungai Matimpa Desa Balane Menjadi Perhatian Kaum Milenial

Bendungan Sungai Matimpa Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah di tengah pandemik covid-19 berhasil menyita perhatian kaum milenial

Panorama alam Gunung Matantimali dan Gawalise yang mengapit sungai Matimpa

Pasalnya bendungan sungai Matimpa memiliki keindahan tersendiri, dimana air yang mengalir melewati bendungan bagaikan air terjun dengan airnya yang jernih dan alami ditambah lagi dengan panorama alam Gunung Matantimali dan Gawalise yang mengapit sungai matimpa yang nampak terlihat dari lokasi tersebut, menambah hati para pengunjung ingin berlama-lama dilokasi itu

Salah satu pengunjung warga Kelurahan Balaroa Kota Palu, Bahar mengatakan bahwa ini kedepan akan menjadi salah satu objek wisata yang sangat bagus untuk dikunjungi. Dimana jaraknya sangat dekat kalau dari Kota Palu, kurang lebih 10 sampai 30 menit sudah sampai dilokasi,

Dilokasi ini kita bisa menikmati pemandangan alam dan air sungainya yang jernih serta tidak deras melewati bendungan bagaikan air terjun, jadi sangat asik untuk tempat rekreasi bersama keluarga khususnya anak-anak,” ujarnya

Dengan dibukanya tempat wisata tersebut tentunya dengan sendirinya perekonomian warga bisa berputar dengan membuka usaha kecil disekitar lokasi tersebut

Untuk itu saya berharap kedepan lokasi ini bisa ditata lebih baik lagi oleh Pihak pemerintah Kabupaten Sigi khususnya Pemerintah Desa Balane Kecamatan Kinovaro

“Sebab tempat ini kalau dikelolah dengan baik akan menjadi tempat wisata vavorit diakhir pekan dan akan menambah pendapatan bagi Desa Balane sendiri” katanya

Sementara salah satu anak muda Desa Balane yang enggan namanya di beritakan mewakili teman-temannya yang juga berada dilokasi tersebut mengatakan bahwa bendungan sungai Matimpa tersebut belum lama viral dimedia sosial yang diposting oleh beberapa pemuda yang ada di Desa Balane

“Dengan adanya postingan tersebut, maka banyaklah warga yang datang berkunjung, bukan hanya warga Desa Balane sendiri akan tetapi diluar Desa Balane juga berbondong-bondong datang, seperti warga dari Kota Palu,” ungkapnya

Tentunya ini harus menjadi catatan bagi Pemerintah khususnya Pemerintah Desa Balane agar lokasi tersebut bisa ditata dengan baik, untuk dijadikan sebuah lokasi wisata,

“Dengan dibukanya tempat wisata tersebut tentunya dengan sendirinya perekonomian warga bisa berputar dengan membuka usaha kecil disekitar lokasi tersebut,” katanya

Untuk itu kita berharap ini bisa menjadi prioritas bagai Pemerintah khususnya Pemerintah Desa.

“Sebab dengan adanya potensi tersebut, dan dikelolah dengan baik tentunya bisa membawah Desa menuju Desa Mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa yaitu salah satunya tempat wisata.” Tutupnya

Read More

Kabupaten Sigi Juara Lomba Sektor Wisata Daerah dalam Tatanan New Normal Covid-19

The bodies were lying in the streets un-buried. All railroads and vessels carrying food and such things into the great city had ceased runnings and mobs of the hungry poor pillaging.

Read More

Launching Penyelenggaraan Sistem Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki

Penyerahan LKPD juga dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Banggai Laut, Bupati Morowali Utara, Bupati Morowali, Bupati Buol, Bupati Parigi Moutong, Wakil Bupati Tojo Una-una dan Wakil Walikota Palu.

Read More